Ads

Pekerja Kampus IV UMB Menjerit “Tolong Bayar Hak Kami”

Kampus IV UMB

Kampus IV UMB

NusantaraTerkini.Com – Para pekerja harian dan pekerja yang tergabung ke dalam beberapa subkontraktor pembangunan Gedung Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) menjerit. Menuntut hak-hak mereka berupa upah kerja yang dijanjikan sejak awal sebelum dimulainya pekerjaan, tapi belum dibayarkan pihak kontraktor hingga saat ini. “Tolong bayar hak kami,” kata Rakyat (Nama samaran).

Diungkapkan rakyat, dia dan rekan-rekan pekerja yang lain, baik pekerja harian maupun subkontraktor telah mempertanyakan hal ini secara langung kepada pihak kontraktor, namun hanya dijanji-janjikan saja. Tak hanya itu, mereka pun juga sudah menyampaikan hal ini kepada pihak UMB dalam bentuk surat. “Tapi sampai saat ini, kira-kira satu bulan yang lalu kami sampaikan, belum juga ada kabar,” ungkapnya.

Salah satu subkontraktor yang terlibat dalam proyek ini menuturkan kebingungannya, karena nilai kontrak pekerjaan yang disepakati sejak awal belum juga dicairkan. Padahal malalui sejumlah uang itulah ia membayar gaji karyawan dan kebutuhan pokok usaha yang dijalankan saat ini. Untuk nilai kontrak yang belum dibayar jumlahnya beragam, ada yang puluhan juta, bahkan ratusan juta.

Menanggapi hal itu, Bagian Keuangan Kontraktor Proyek, Bety, yang mengaku telah habis kontrak dengan pihak kontraktor dan sudah kembali lagi ke Jakarta mengatakan, memang ada pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan, tapi haknya belum dibayar. Hal ini dikarenakan masih menunggu tagihan-tagihan berikutnya yang belum dibayarkan pihak UMB. Kata dia, kalau ada yang belum dibayar sama UMB, berarti ada yang belum lunas.

“Tanya aja ke pihak UMB, bila perlu datang aja ke pihak UMB, gitu aja uda, kan kontraktornya gimana itu dari UMB-nya. Kontrak saya sudah selesai, jad saya pulang, ga ada urusan lagi saya, yang jelas tugas-tugas saya sudah saya serahkan ke pihak lain. Bila perlu tanya aja bosnya UMB sono. Uda dibayar belum kontraktornya, kalau belum dapat duit dari UMB mau bayar pake apa?” tukas Bety.

Terpisah, Humas UMB Dandi Sunardi membantah pernyataan Bety, lalu menjelaskan, bahwa UMB sudah melakukan pembayaran atau pencairan yang sesuai dengan Memorandum of Understanding (MoU), sesuai persentase progres pekerjaan. Dari angka Rp 21 miliar nilai kontrak, yang belum dibayarkan sekitar Rp 2 miliar, itu untuk pekerjaan akhir. Artinya pembayaran yang sudah dilakukan kepada kontraktor sudah mencapai 90 persen.

Sementara itu, Kontraktor Pelaksana Asep Ramdani saat dikonfirmasi mengenai hal ini sepertinya masih memilih bungkam. Ditelepon berkali-kali tidak diangkat dan diSMS tidak membalas. Saat didatangi langsung ke Kampus IV juga tidak ada di tempat. “Pak Asepnya lagi ke gereja, mungkin sudah sore baru pulang,” kata salah satu staf di sana, Rabu, 12 Oktober 2016. [NU9u3]



8 Comments

  1. Minecraft

    Magnificent beat ! I wish to apprentice while you amend your website, how can i subscribe for a blog web site?
    The account aided me a acceptable deal. I had been a little bit acquainted of this your broadcast offered bright clear idea

POST YOUR COMMENTS

19 − 3 =