Ads

Tuo Nifaro Minuman Kearifan Budaya Lokal, Dilarang ?

NusantaraTerkini.Com, GUNUNGSITOLI – Terkait dengan  pernyataan Kapolren Nias AKBP. Bazawato Zebua SH,MH menertibkan dan menangakap penjual Miras jenis Tuo Nifaro ( Tuak suling Nias )  Menuai Protes dan kecaman dari tokoh masyarakat Nias.
” Kedepan ini, akan kita tertibkan para penjual minuman keras Tuo Nifaro dan bahkan akan ditangkap dengan dijerat hukuman 7 tahun penjara sesuai peraturan tentang Kesehatan,” Tegas Bazawato Zebua, hal ini disampaikan nya pada Kunker beberapa hari lalu di Aula Kantor Camat Afulu Kabupaten Nias Utara. Kamis (21/07) seperti dilansir dari pemberitaan Media Online di Sumut.
Ketua DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kabupaten Nias Pdt. Armilus Gulo,S.Th menganggap tindakan Kapolres Nias dalam Menertibkan dan menangkap penjual Miras Jenis Tuo Nifaro ( Tuak suling Nias ) terlalu berlebihan.
“ Saya tidak mendukung pernyataan itu, ini mengingat situasi dan kondisi saat ini. Apa lagi di Nias  Minim pekerjaan Pabrik tidak ada dan Perusahaan lainnya, susah nyari kerja yang banyak pun pengangguran yang ada, Tuo Nifaro adalah salah satu penghasilan Orang Nias, Jadi kalau pun ini dilarang, sama hal nya kita membunuh saudara kita yang mata pencaharian Keluarganya berasal dari Tuo Nifaro, kasihan Warga Pak,“ Tutur Armilus Gulo saat dikonfirmasi via seluler. Sabtu. ( 23/07).
Dia juga Berharap agar Pernyataan Bazawato Zebua Selaku Kapolres Nias dikaji kembali.
“ Saya hanya berharap kita jangan melihat sepihak, semoga pak Kapolres mempertimbangkan kembali, karna ini masalah rakyat, mereka cari kerja dimana kasihan lah masyarakatnya,” Imbuhnya.
Demikan halnya disampaikan Armansyah Harefa SE, M.Si mantan Anggota DPRD Kota Gunungsitoli meminta supaya penertiban penjual Tuo Nifaro jangan dilihat dari satu sisi, perlu pengkajian dan duduk bersama dengan para pemangku kepentingan lainnya.
“ Disatu sisi ada bagusnya ditertibkan tapi di sisi lain kami melihat dari segi keamanan contohnya perkelahian, pembunuhan, segala macam lainnya bukan juga karna gara-gara minum Tuo Nifaro.  Memang ada, tapi tidak semua berawal karna minuman itu. Disini juga kita membandingakan  masalah perekonomian jelas terganggu kalau hal ini terjad, “ Ujar Harefa kepada wartawan saat dikonfirmasi via seluler. Sabtu ( 23/07).
Armasyah Harefa juga berharap “ Kita boleh satukan Program dengan Polres Nias, tetapi kecuali kalau masyarakat mengkonsumsinya hanya sekedar, dinikmati bukan untuk disajikan yang berujung melakukan hal-hal yang fatal dan akhirnya berhadapan dengan Hukum. Ini serba dilema dan Perlu pengkajian lebih dalam baik dari DPRD dan pemerintahan daerah lainnya yang ada di Kepulauan Nias, jangan juga sampai menghilangkan pendapatan masyarakat, mugkin itulah lebih baiknya dibuat peraturan dan ketentuan dan permohonan kepada instansi itu sendiri. “ Ungkap Armansyah.
Hal senada juga disampaikan oleh Mantan Wakil Walikota Gunungsitoli Drs Aroni Zendrato saat dikonfirmasi via seluler menyebutkan bahwa penertiban Minuman Keras harus merata jangan hanya Tuo Nifaro yang di tertibkan.

“ Saya punya pendapat bahwa kalau Tuo Nifaro menimbulkan ketidaknyamanan maka perlu regulasi untuk keabsahan jualnya, karna itu adalah penghasilan masyarakat jangan kita hanya membuat peraturan daerah tentang minum beralkohol, sementara produk lokal sendiri dihapuskan dan saya sendiri tidak setuju akan hal itu. “ Cetus Aroni.

Ditambahkannya bahwa statment Pak Bazawato Zebua dengan menertibkan dan mengamankan penjual Tuo Nifaro adalah bagus tapi lebih bagus nya semua jenis minuman berakohol dilarang dipasarkan.
“ Saya setuju dengan apa yang dikatakan Pak Kapolres bahwa itu dilarang tapi dalam arti kalau kelebihan dosis sudah tidak iya lagi yang akhirnya dapat menggangu masyarakat lainnya. jika memang harus dihapuskan semua saya setuju karna Tuak juga berakhol dan itu prosesnya ada, jangan hanya Tuo Nifaro kalau bisa semua jenis minuman berakhol di tutup dan tidak boleh diPasarkan, “ Tegasnya.
Dianya juga meminta supaya para pemangku kepentingan jangan Agresif dan jelaskan mana yang sudah diperdakan.
“ Jangan agresif sekali kalau memang ada rencana pemerintah menutup dan melarang Tuo nifaro di pasarkan, ingat ada peraturan izin penjualan minuman berakhol dan ada perdanya, dan itu adalah produk dari DPRD sekarang. Dan perlu dipertanyakan Minuman berakhol itu dalam Perda apakah termasuk Tuo Nifaro, ada petunjuk teknis, mana yang disebut Minuman berakhol dan mana yang di pajang. (Efrizal Caniago, kontributor Nias )


111 Comments

  1. For me the disqus element is the most distasteful.
    Freedom of speech is more important than spam imho.
    disqus blocks without any mechanism for investigation or
    appeal – not good.

POST YOUR COMMENTS

two + eleven =

Address:1. Alamat Perusahaan : Jalan Mawar No 20 RT 001 RW 001 Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu Telp (0736) 732 370 6) HP. 0822 7924 9494). 2. Alamat Redaksi : Jalan Mangga Raya No 20 Lingkar Timur, Dekat Lampu Merah Taman Remaja

Email:fun.politic@gmail.com