Ads

Terkait Utang Ratusan Miliar, Ini Penjelasan Dirut PDAM Kota

NusantaraTerkini.Com – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kota Bengkulu telah disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu. Perda ini menjadi sangat penting sebagai syarat penghapusan utang PDAM yang terbilang sangat fantastis, yakni Rp 101.932.360.000,-.

Publik jelas kaget dengan jumlah utang tersebut. Menjadi pertanyaan besar hari ini adalah kok bisa PDAM bisa terlilit utang hingga ratusan miliar. Berikut penjelasan Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Bengkulu Sjobirin Hasan.

Hal ini bermula ketika PDAM meminjam dana melalui Menteri Keuangan sebesar Rp 22 M, itu dilakukan pada tahun 1991 dan 1996. Tapi hampir bisa dikatakan dalam kurun waktu 20 tahun utang tersebut tidak pernah dicicil atau dibayar. “Karena selama ini tidak dibayar, utang itu sudah menumpuk, berbunga dan bunganya berbunga lagi menjadi Rp 101.932.360.000,-” kata Sjobirin.

Beberapa proses terus dilakukan guna menyelamatkan PDAM agar tidak lagi terjerat tumpukan utang. Termasuk dengan mencicilnya selama dua kali pada tahun 2014 dan 2015, masing-masing Rp 100 juta. Dirasa beban ini terlalu berat, PDAM bersama Pemkot dan DPRD berupaya mengajukan penghapusan utang. Hingga akhirnya setelah melewati proses yang sangat panjang, Pemerintah Pusat mengabulkan permohonan pemutihan utang.

“Tapi penghapusan itu skemanya dari pusat ke Pemkot ini hibah, kemudian dari Pemkot ke PDAM ini bentuknya penyertaan modal. Karena penyertaan modal maka harus ada Perda sebagai dasar hukumnya, karena memang secara aturan penyertaan modal kepada PDAM itu harus ada Perdanya. Perda ini sebagai salah satu syarat penghapusan utang,” terang Sjobirin.

Lebih lanjut Sjobirin mengungkapkan bahwa proses pengajuan permohonan penghapusan utang ini berlangsung bertahun-tahun. Bahkan pada tahun 2013 PDAM sudah pernah memproses restrukturisasi. Namun hingga batas waktu yang ditentukan Manajemen PDAM waktu itu blum juga bisa memenuhinya.

Keadaan menjadi semakin parah lantaran sistem utang PDAM dialihkan dari Direktorat Sistem Manajemen Investasi (SMI) menjadi KPKNL atau PUPN untuk Provinsi Bengkulu. Sebab dialihkannya sistem utang ini maka beban utang akan menjadi lebih besar lagi. Bahkan total utang PDAM sempat menyentuh angka Rp 112 M. Akan tetapi dengan proses dan perjuangan yang sangat panjang, sistem utang kembali ke SMI.

“Dan Alhamdulillah dapat kebijakan penghapusan utang melalui skema hibah dan penyertaan modal. Ya mohon doanya kepada seluruh elemen masyarakat Kota Bengkulu agar proses ini berjalan dengan lancar, mudah-mudahan pinjam ini menjadi momok bagi PDAM menjadi pembuka bagi PDAM untuk melayani lebih baik lagi,” demikian Sjobirin. [NU9u3]



POST YOUR COMMENTS

five × four =

Address:1. Alamat Perusahaan : Jalan Mawar No 20 RT 001 RW 001 Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu Telp (0736) 732 370 6) HP. 0822 7924 9494). 2. Alamat Redaksi : Jalan Mangga Raya No 20 Lingkar Timur, Dekat Lampu Merah Taman Remaja

Email:fun.politic@gmail.com