Ads

Serangan OPT di Karawang, Subang dan Indramayu Terkendali

NusantaraTerkini.Com, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) telah menerjunkan tim guna melakukan monitoring terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada lahan pertanian di Kabupaten Karawang, Subang dan Indramayu, Jawa Barat, kemarin, Senin (23/1). Monitoring tersebut dilakukan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Berdasarkan hasil monitoring bahwa benar telah terjadi peningkatan populasi dan intensitas serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang penyebarannya cukup merata hampir di seluruh kecàmatan sentra produksi.

“OPT tersebut terutama WBC, Penggerek Batang Padi, Ulat Grayak, Blas dan Kresek,” jelas Dwi Iswari, Direktur Perlindungan Tanaman, Ditjen Tananan Pangan di Jakarta, Selasa (24/1).

Dwi menjelaskan serangan OPT tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim yang mendukung (lembab dan hangat) dan ketersediaan makanan bagi OPT yang terus menerus.

Ia mengungkapkan sebagai langkah pencegahan penyebaran yang lebih luas, Petugas POPT sudah diinstruksikan untuk siaga dan mengintensifkan pengamatan. Dalam hal pengendalian, Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Tanaman dan Hortikultura di tiga daerah tersebut melalui Brigade Proteksi Tanaman terus melakukan gerakan pengendalian pada daerah daerah endemis dan daerah daerah yg peningkatan populasinya cukup tinggi.

“Stok pestisida tersedia dan masih mencukupi untuk 1 tahun kedepan,” ungkap Dwi.

Menurutnya, serangan OPT tersebut juga dipicu oleh kurang tepatnya pengendalian OPT yang dilakukan petani secara swadaya. Dalam hal pengendalian secara swadaya banyak ditemukan petani dalam penggunaan pestisida tidak sesuai dengan aturan, seperti jenis pestisida yg digunakan tdk tepat, pencampuran pestisida dengan berbagai jenis pencampur seperti deterjen, oli, dan lainnya yang justru akan memicu terjadinya resistensi WBC.

“Gerakan pengendalian yg dilakukan oleh Brigade Proteksi Tanaman bersama sama petani secara terus menerus telah berhasil menurunkan populasi OPT,” ujar Dwi.

Namun demikian, lanjut Dwi, upaya pengendalian dan pengawalan terus dilakukan terutama untuk mengantisipasi Generasi 1 (G1) nimfa WBC dan penerbangan ngengat ulat grayak dan penggerek batang. Dengan demikian perkembangan dan penyebaran OPT lebih lanjut dapat dicegah.

“Cara lain untuk pencegahan OPT adalah dengan memberi tempat berlindung bagi musuh alami untuk berkembang biak dg cara penanaman tanaman refugia (tanaman bunga)”, pungkas Dwi.(NU007)



7 Comments

  1. Minecraft

    I like the helpful information you provide in your articles.
    I will bookmark your blog and check again here regularly.
    I am quite certain I will learn many new stuff right here!
    Best of luck for the next!

POST YOUR COMMENTS

8 + twelve =

Address:1. Alamat Perusahaan : Jalan Mawar No 20 RT 001 RW 001 Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu Telp (0736) 732 370 6) HP. 0822 7924 9494). 2. Alamat Redaksi : Jalan Mangga Raya No 20 Lingkar Timur, Dekat Lampu Merah Taman Remaja

Email:fun.politic@gmail.com