Ads

Perlombaan Kreasi Musik Dol Pukau Pengunjung

NusantaraTerkini.Com – Memukau, itulah istilah yang tepat digunakan dalam menggambarkan suasana pertunjukan Lomba Kreasi Musik Dol pada rangkaian Festival Tabot Bengkulu 2016. Belasan Grup Seni Musik Dol memperlihatkan keahlian dan keterampilan mereka dalam memainkan salah satu musi khas masyarakat Bum Rafflesia.

Tidak terelakkan para penonton terpukau bahkan terbius dengan keterampilan yang disajikan. Perlombaan ini sendiri rencananya digelar selama 2 hari, sementara pengumuman pemenang akan disampaikan pada malam penutupan Festival Tabot mendatang.

Beberapa jenis alat musik, baik tradisional maupun modern dikolaborasikan dalam memainkan alat musik tradisional Bengkulu ini, seperti rebana, gitar, suling bahkan beberapa bagian alat instrument dari musik drum (simbal dan tamtam).

Dalam memberikan penilaian, 3 orang juri menjadi tim penilai untuk menentukan kreasi Musik Dol yang layak merebutkan piala dan hadiah yang telah disiapkan Dinas Pendidikan (Diknas) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Provinsi Bengkulu melalui Panitia Pelaksana.

Salah seorang pengunjung Meri, mengaku sangat terkesan atas tampilan Kreasi Musik Dol yang ditampilkan oleh setiap peserta. Terlebih pada Perlombaan Dol kali ini, pertunjukan yang disajikan sangat kreatif namun tidak meninggalkan kekhasan musik pengiring Tabot tersebut.

“Pertunjukan Musik Dol memang menarik, saya harap alat musik tradisional khas Bengkulu ini bisa terus dilestarikan,” ungkap Meri salah seorang pengunjung Pentas Seni Budaya Festival Tabot Bengkulu 2016, pada senin malam (03/10) di lapangan View Tower.

Sekilas, jika dilihat dari bentuknya, Dol tampak seperti perkusi, namun bunyi yang dihasilkan dari alat musik ini tidaklah sama dengan perkusi. Dol terbuat dari kayu atau bonggol kelapa yang dikenal kuat namun ringan. Bonggol ini kemudian diberi lubang pada bagian atasnya.

Terakhir, baru ditutup dengan kulit kambing atau kulit sapi. Untuk diameter Dol, biasanya memiliki ukuran besar mencapai 70 – 125 cm dengan tinggi mencapai 80 cm. Sementara itu, untuk alat pemukul Dol biasanya memiliki diameter sekitar 5 cm dengan panjang sekitar 30 cm. Pembuatan Dol biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 minggu tergantung dari kesediaan bahan.

Dahulu Dol biasanya dimainkan pada acara-acara khusus seperti Perayaan Tabot yang dilakukan masyarakat Bengkulu, khususnya keturunan keluarga tabot. Dol sendiri tidak bisa dimainkan oleh sembarang orang, hanya orang – orang keturunan tabot saja yang boleh memainkan alat musik ini.

Seiring perkembangan zaman, Dol mulai banyak dimainkan di berbagai acara khusus. Seniman – seniman di Bengkulu belakangan juga giat mengenalkan Dol ke tengah – tengah masyarakat umum. Bahkan, bagi yang tertarik memiliki Dol, alat musik yang dicat dengan warna – warna cerah ini biasanya dijual dengan harga antara Rp.850.000, hingga jutaan rupiah tergantung besar kecilnya ukuran Dol. [NU003/@rian-MC]



109 Comments

  1. Damion

    I absolutely love your website.. Very nice colors & theme.
    Did you build this web site yourself? Please reply back
    as I’m looking to create my own blog and would like
    to learn where you got this from or what the
    theme is called. Cheers!

POST YOUR COMMENTS

thirteen + 6 =

Address:1. Alamat Perusahaan : Jalan Mawar No 20 RT 001 RW 001 Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu Telp (0736) 732 370 6) HP. 0822 7924 9494). 2. Alamat Redaksi : Jalan Mangga Raya No 20 Lingkar Timur, Dekat Lampu Merah Taman Remaja

Email:fun.politic@gmail.com