Ads

Pemilik Saimen: Di Kota Lain Kita Melanggar, Tapi Ga Masalah

NusantaraTerkini.Com – Meski mengakui bangunan baru Saimen Bakery & Resto melanggar garis sepadan bangunan (GSB), namun Pemilik Saimen Simon tetap kukuh dengan pendiriannya. Bahwa apa yang dilakukannya ini adalah demi kemajuan Kota Bengkulu. Bahkan dia pun mengaku jika pelanggaran yang sama juga pernah dilakukannya di kota lain.

“Karena ini bukan di sini aja, di beberapa kota juga saya pernah seperti ini, seperti di Muara Bungo tapi ga masalah,” ungkap Simon, Jumat 23 September 2016.

Saimen Bakery & Resto

Saimen Bakery & Resto

Simon berdalih ini hanya sementara hingga bangunan utama selesai dibangun.

“Emang ini melanggar GSB tapi ini darurat, hanya sementara,” kata Simon. [Baca juga: Pemilik Saimen Akui Langgar Aturan]

Dijelaskan bahwa pelanggaran ini terpaksa dia lakukan lantaran kontrak tempat Saimen yang lama sudah habis.

“Kami sudah habis kontrak di tempat yang lama, makanya kami komunikasikan dengan pihak terkait. Kita ada kesepakatan yang ditandatangani notaris untuk membangun bangunan darurat ini,” ujar Simon.

Pada hari yang sama, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu menggelar sidak ke lokasi pembangunan Saimen.

Ditegaskan Ketua Komisi II Suimi Fales, ini sudah jelas melanggar GSB. Karenanya menjadi aneh ketika pemkot tidak melakukan tindakan apapun.

Apalagi Saimen tidak memiliki IMB dan cuma punya izin dari lurah dan camat setempat. “Dalam waktu dekat, lurah, camat dan Dinas Tata Ruang kita undang ke DPRD. Aneh Saimen dibiarkan melanggar sementara. Ada apa ini,? demikian Suimi. [NU9u3]



POST YOUR COMMENTS

13 − 6 =