Ads

‘Masjid Melanggar Dibongkar, Saimen Melanggar Sudahlah Biar’

NusantaraTerkini.Com – Ternyata bangunan baru Saimen Bakery & Resto di Jalan S. Parman Kota Bengkulu berdiri di atas lahan eks masjid, yang dulunya dibongkar karena melanggar garis sepadan bangunan (GSB). Karenanya Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu M. Awaluddin mengungkapkan keanehannya dan merasa janggal terhadap bangunan ini.

“Jadi yang lebih aneh itu, inikan bangunan masjid yang dulu dibongkar lalu dipindahkan karena melanggar. Nah sekarang dibangun lagi di atas bangunan yang dibongkar, masyarakat jelas akan protes, ada apa dengan ini,” kata M. Awaluddin saat sidak ke lokasi pembangunan Saimen beberapa waktu lalu.

Komisi II DPRD Kota Bengkulu sidak ke Saimen Bakery & Resto

Komisi II DPRD Kota Bengkulu saat sidak ke Saimen Bakery & Resto

Banyaknya bangunan baru di Kota Bengkulu yang melanggar GSB dan tanpa izin mendirikan bangunan (IMB) juga membuat geram Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu Suimi Fales. Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terkesan membiarkan, bangunan lama melanggar minta digusur, sementara ada yang baru dibiarkan.

“Peraturan harus ditegakan, kalau pemkot mau bersepakat Bengkulu menjadi kota yang lebih tertib lagi, atau beri kebebasan masyarakat seenaknya membangun, selesaikan?” kata Suimi.

Untuk bangunan Saimen sendiri, ditegaskan Suimi ini sudah jelas melanggar GSB. Karenanya menjadi aneh ketika pemkot tidak melakukan tindakan apapun. Apalagi Saimen tidak memiliki IMB dan cuma punya izin dari lurah dan camat setempat.

“Dalam waktu dekat, lurah, camat dan Dinas Tata Ruang kita undang ke DPRD. Aneh Saimen dibiarkan melanggar sementara. Ada apa ini,? demikian Suimi.

Sementara itu, Direktur Saimen Bakery & Resto Simon meski mengakui bangunan baru miliknya melanggar GSB, namun ia tetap kukuh dengan pendiriannya. Bahwa apa yang dilakukannya ini adalah demi kemajuan Kota Bengkulu.

Bahkan dia pun mengaku jika pelanggaran yang sama juga pernah dilakukannya di kota lain. “Karena ini bukan di sini aja, di beberapa kota juga saya pernah seperti ini, seperti di Muara Bungo tapi ga masalah,” ungkap Simon, Jumat 23 September 2016.

Simon berdalih ini hanya sementara hingga bangunan utama selesai dibangun. “Emang ini melanggar GSB tapi ini darurat, hanya sementara,” kata Simon yang juga menjelaskan bahwa pelanggaran ini terpaksa dia lakukan lantaran kontrak tempat Saimen yang lama sudah habis. [NU9u3]

Berita Terkait:

Pemilik Saimen: Di Kota Lain Kita Melanggar, Tapi Ga Masalah

Pemilik Saimen Akui Langgar Aturan

Dewan Aneh Sama Pemkot, Yang Melanggar Aturan Dibiarkan

‘Saimen Dibekingi Orang Kuat’

Dinas Tata Ruang Tidak Pernah Terbitkan Izin Bangunan Saimen

Bangunan Saimen Langgar GSB dan Tak Berizin



POST YOUR COMMENTS

3 + 10 =

Address:1. Alamat Perusahaan : Jalan Mawar No 20 RT 001 RW 001 Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu Telp (0736) 732 370 6) HP. 0822 7924 9494). 2. Alamat Redaksi : Jalan Mangga Raya No 20 Lingkar Timur, Dekat Lampu Merah Taman Remaja

Email:fun.politic@gmail.com