Ads

Kementan Kembangkan Lamtoro Tarramba untuk Bangunkan Lahan Tidur di Daerah Perbatasan NTT – Timor Leste

NusantaraTerkini.Com,  NTT – Kementerian Pertanian terus berupaya mencari terobosan untuk membangunkan lahan tidur yang terdapat di perbatasan NTT – Timor Leste yang meliputi Malaka, Belu, Timor Tengah Utara (TTU) dan Kupang. Daerah – daerah tersebut memiliki musim kering yang relatif lebih panjang dibandingkan daerah lainnya.

Dalam upaya tersebut, Tim Kementerian Pertanian yang dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Ani Andayani meninjau Kelompok Tani ” setetes madu” di Desa Camplong yang mengembangkan tanaman “lamtoro tarramba” sebagai Hijauan Makanan Ternak (HMT). Dalam diskusinya Tim Kementan dengan poktan, dengan bangga Dermi selaku ketua poktan menceritakan ketertarikannya mengembangkan “lamtoro tarramba” diawali adanya gagasan yang diprakarsai oleh BPTP Naibonat Kupang dengan memanfaatkan Program Bantuan ACIAR pada tahun 2008 untuk membangun dan mengembangkan lahan tidur dan kering seluas 34 hektar di Desa Camplong II Kabupaten Kupang yang kini sudah berkembang menjadi 150 ha dikelola oleh 3 poktan di Camplong.

Selanjutnya bersama peneliti BPTP Dr. Yacob yang telah melakukan pendampingan selama 3 tahun terakhir ini, diungkapkan bahwa “lamtoro tarramba” adalah Hijauan Makanan Ternak yang berprotein tinggi dan dapat dikembangkan di lahan tidur /di lahan marginal yang kering dimana produksinya cukup untuk memberi makan sapi saat kemarau. “Pengalaman poktan selama ini, menanam “lamtoro tarramba” dengan jarak 2 meter x 1 meter, hijauan daunnya cukup untuk pakan 7-8 ekor sapi per hektarnya tanpa HMT lainnya atau minimal 5 ekor sapi minimal pada saat iklim sangat kering” ungkap Dermi.

Ani menambahkan bahwa pengembangan “lamtoro tarramba” merupakan sebuah langkah terobosan di saat Hijauan Makanan Ternak (HMT) lain sulit diperoleh. “Hal ini melihat potensi tanaman “lamtoro tarramba” yang memiliki kandungan protein yang tinggi, bisa dikembangkan di lahan yang kering dan cara budidayanya mudah. Selain itu, petani dapat memiliki keuntungan ganda, dimana selain ternak sapi tercukupi HMT nya, para petani juga bisa menjual benihnya. Selain itu, tanaman “lamtoro tarramba” ini juga membuat penghijauan di lahan sekitar tetap terjaga dan asri, karena jenis lamtoro ini tetap hijau hingga puluhan tahun” ujar Ani. Ke depan, bantuan embung untuk penampungan panen air sangat diperlukan untuk menjaga kelangsungan benih “lamtoro tarramba” pungkas Ani

Saat melakukan kunjungan kerja ke Propinsi NTT belum lama ini, Menteri Pertanian sangat tertarik melihat potensi tanaman “lamtoro tarramba” ini dan menugaskan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) untuk terus memperbanyak benihnya yang ditujukan mencukupi kebutuhan Hijauan Makanan Ternak (HMT) bagi pengembangan ternak sapi di Propinsi NTT dan NTB. Menteri Pertanian juga memberikan bantuan benih “lamtoro tarramba” ke Kelompok Tani di Desa Kenebibi, Kabupaten Belu, NTT yang sedang mengembangkan 100 ribu ekor ternak sapi. (NU007)



42 Comments

POST YOUR COMMENTS

3 × 3 =

Address:1. Alamat Perusahaan : Jalan Mawar No 20 RT 001 RW 001 Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu Telp (0736) 732 370 6) HP. 0822 7924 9494). 2. Alamat Redaksi : Jalan Mangga Raya No 20 Lingkar Timur, Dekat Lampu Merah Taman Remaja

Email:fun.politic@gmail.com