Ads

Kementan dan TNI AD Siap Wujudkan Kedaulatan Pangan di Aceh

NusantaraTerkini.Com, Aceh – Sebagaimana diamanatkan dalam UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan dimana penyelenggaraan pembangunan ketahanan pangan tidak hanya membangun ketahanan pangan tetapi juga harus dilandasi oleh kemandirian dan kedaulatan pangan sebagai “roh” nya, maka dalam pelaksanaannya hal ini membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan sinergitas antar instansi terkait dengan melibatkan segenap komponen bangsa untuk mewujudkan ketahanan pangan yg diharapkan.

” Dengan menitikberatkan pembangunan di sektor pertanian sebagai kunci mengatasi kemiskinan rakyat yang digunakan sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan bersama, maka diyakini pembangunan pertanian yang dilakukan pemerintah saat ini akan menunjukkan hasil yang signifikan dalam waktu 3-4 tahun ke depan” jelas Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjend (TNI) M Daniel Chardin dalam sambutannya mewakili Pangdam Iskandar Muda pada Rapat Koordinasi Program Upsus Pajale I Propinsi Aceh Tahun 2017 di Amel Convention Centre, Banda Aceh (Kamis, 9 Feb 2017)

” Guna mendorong peningkatan produksi pertanian, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya diantaranya dengan membagikan alat & mesin pertanian (alsintan), bibit/benih, pupuk, pembangunan jaringan irigasi tersier, embung2 untuk cadangan air” ujar Chardin.

Brigjend (TNI) M Daniel Chardin juga mengharapkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini dapat dimanfaatkan oleh para penyuluh dan segenap stake holder pertanian untuk bekerja lebih cerdas mengoptimalkan penggunaan teknologi digital dalam melakukan pendampingan kepada petani sehingga petani dapat dengan mudah mengakses informasi dalam mendapatkan benih unggul, pupuk yang berkualitas, cara mengatasi hama dan penyakit tanaman serta cara mengolah produk pertanian secara langsung dalam upaya menekan para tengkulak dan spekulan permainan harga di lapangan.

Chardin merujuk pada data Kementan pertengahan Tahun 2016 yang mencatat angka peningkatan ketahanan pangan Indonesia menjadi 50,6 % (sebelumnya 47,9 %) dan data GFSI yg menempatkan ketahanan pangan Indonesia pada peringkat 71 dunia (dari 113 negara) ditambah dengan keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan, dimana pada tahun 2016 sudah tidak ada lagi impor beras dan impor jagung yang menurun sebesar 66.6 %. ” Semua ini menunjukkan peran serta aktif segenap stake holder pertanian, baik THL-TBPP, Perhiptani, dinas pertanian dan TNI” jelasnya.

Kodam Iskandar Muda juga menegaskan komitmen mereka untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Upsus Pajale di Aceh secara optimal melalui pendampingan yang penuh keikhlasan dan kesungguhan disertai semangat juang dalam meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu hasil tanaman pangan sehingga mencapai target yang ditetapkan.

Kasdam Iskandar Muda juga mengingatkan bahwa dengan pertumbuhan populasi penduduk dunia yang demikian pesat saat ini maka penguatan ketahanan pangan menjadi sangat penting. ” Ada 3 (tiga) komponen vital yang menjadi kebutuhan pokok dunia ke depan yaitu air, pangan dan energi. Ini yang akan menjadi obyek vital yang diperebutkan oleh negara-negara di dunia, oleh karena itu kita harus memperkuat ketahanan pangan kita” tegas Chardin

“Kita perrnah mengalami pergeseran pola pikir, dimana kita kebih menitikberatkan pembangunan di sektor industri dan menomorduakan sektor pertanian” ungkap Chardin.

Kita terperangkap dalam jebakan imperialisme modern, dimana produk-produk impor dari negara tetangga masuk dengan mudahnya membanjiri negara kita dengan harga yang murah, sehingga produk2 pertanian kita kalah bersaing di pasar lokal dan ini yang mengakibatkan para petani kita tidak bersemangat lagi bekerja di sektor pertanian yang mengakibatkan peralihan fungsi lahan pertanian secara besar-besaran menjadi lahan untuk industri dan properti.

Menyadari hal tersebut, pemerintah saat ini berupaya untuk mengembalikan kejayaan pertanian Indonesia dengan membangun kembali semangat bertani para petani untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan di negeri sendiri . ” TNI berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan kepada petani dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan di bumi nusantara ” tegas Chardin.

Dalam kesempatan memberikan sambutan dan laporan pada pembukaan Rakor Upsus Pajale I Propinsi DI Aceh Tahun 2017, SAM Bidang Lingkungan Mukti Sardjono selaku Penanggung jawab Upsus Propinsi DI Aceh menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Dinas Pertanian & Perkebunan Propinsi Aceh atas capaian serapan realisasi anggaran Tahun 2016.

Dari total pagu anggaran Tahun 2016 sebesar Rp 261 milyar (anggaran Dirjen Tanaman Pangan) dimana untuk Propinsi Aceh ada di peringkat 6 secara nasional (76,58 %).

Untuk produksi padi di Propinsi Aceh, terjadi peningkatan produksi sebesar 511 ribu ton pada tahun 2015 (peringkat 4 nasional dalam peningkatan produksi). Namun di tahun 2016 peningkatan produksi tidak meningkat seperti tahun 2015.
Ada beberapa faktor penyebabnya, diantaranya Musim Tanam Mei-Agustus yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan sehingga banyak petani yg enggan ke sawah ditambah wilayah pantai timur Aceh yang juga mengalami kemunduran musim tanam. Namun untuk tahun 2017, Mukti Sardjono berkeyakinan, dengan peningkatan pertanaman di bulan Desember dan Januari yang didukung segenap komponen Upsus Pajale Aceh produksi padi tahun 2017 akan mencapai 2,5 juta ton.

Untuk komoditi Jagung, Propinsi Aceh mengalami peningkatan yang signifikan dimana untuk produksi jagung tahun 2016 meningkat dari 205 ribu ton di tahun 2015 menjadi 316 ribu ton di tahun 2016. Luas panen juga mengalami peningkatan dari 48 ribu ha di tahun 2015 menjadi 70 ribu ha di tahun 2016.

Mukti menambahkan bahwa pengembangan komoditi tanaman pangan pada tahun 2017 diarahkan pada pengembangan tujuh komoditas unggulan, dengan fokus utama masih pada padi, jagung dan kedelai ditambah pengembangan pada tanaman kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar. Adapun target yang diharapkan untuk Propinsi Aceh adalah swasembada dan surplus berkelanjutan beras dan jagung, meningkatnya produksi kedelai dalam negeri, meningkatnya produksi komoditi yang mendukung diversifikasi pangan serta bahan baku industri dan energi.

Untuk strategi peningkatan produksi pangan pada tahun 2017, Mukti menjelaskan bahwa hal ini dilakukan melalui intensifikasi (peningkatan produktivitas), ekstensifikasi (perluasan areal tanam), perlindungan tanaman serta peningkatan kualitas dan daya saing.

“Beberapa teknologi budidaya juga bisa diterapkan untuk memacu produktivitas padi di wilayah Aceh, diantaranya teknologi jajar legowo, SRI, Hazton dan Mina Padi serta teknologi jenuh air dan sistem “leb’ untuk komoditi kedelai ” tambah Mukti.

“Peningkatan Indeks Pertanaman juga masih mungkin dilakukan untuk peningkatan produktivitas di Propinsi Aceh disamping sistem panen yang langsung dilanjutkan olah tanah dan tanam seperti yang diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia” ujar Mukti.

Mukti juga melihat masih banyak potensi lahan yang masih bisa dikembangkan untuk perluasan areal tanam seperti lahan-lahan kering, rawa lebak dan lahah pasang surut. Optimalisasi Brigade alat dan mesin pertanian juga diyakini akan meningkatkan produktivitas komoditi pertanian yang dikembangkan di Propinsi Aceh. Mukti juga meminta perhatian khusus dari segenap stake holder pertanian di Propinsi Aceh untuk pengembangan lahan khusus jagung 1 juta ha yang terintegrasi dengan lahan perkebunan.

Pada akhir sambutannya, Mukti menjelaskan tentang Program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) dengan target di Propinsi Aceh tahun 2017 adalah IB sebanyak 105.867 ekor dan Sapi Bunting 60.344 ekor dengan target Sapi Melahirkan sebanyak 42.241 ekor. ” Sampai dengan bulan Februari 2017 realisasinya masih sangat rendah dan ini harus terus ditingkatkan ” kata Mukti

Mukti juga meminta perhatian yang serius dari segenap jajaran dinas pertanian kabupaten/kota di Propinsi Aceh terkait penggunaan anggaran, mengingat Kementerian Pertanian akan menerapkan sistem ‘reward and punishment’ dalam pelaksanaan penyerapan dan penggunaan anggaran diberikan. (NU007)



233 Comments

POST YOUR COMMENTS

seventeen − seventeen =