Ads

Bibit Samad Sambangi Bumi Rafflesia

NusantaraTerkini.Com – Wakil Ketua Non Aktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang kini aktif sebagai Ketua Umum Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Bibit Samad Rianto menyambangi Bumi Rafflesia, Provinsi Bengkulu, Selasa 12 Desember 2016. Kedatangan Bibit di Bandara Fatmawati disambut langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Selanjutnya Bibit bersama pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMPK dan Divisi Penindakan KPK mengunjungi Sekretariat Bersama GMPK.

Ketua Umum GMPK Bibit Samad Rianto disambut Wagub Bengkulu Rohidin Mersyah dan Ketua DPD GMPK Provinsi Bengkulu Feri Sapran Edi Wijaya, setibanya di Bandara Fatmawati Bengkulu, Selasa (12/12/2016)

Ketua Umum GMPK Bibit Samad Rianto disambut Wagub Bengkulu Rohidin Mersyah dan Ketua DPD GMPK Provinsi Bengkulu Feri Sapran Edi Wijaya, setibanya di Bandara Fatmawati Bengkulu, Selasa (12/12/2016)

Diketahui, pria kelahiran 3 November 1945 silam akan melantik Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMPK Provinsi Bengkulu pada Rabu 13 Desember 2016. Yang diketuai oleh Feri Sapran Edi Wijaya bersama Irfan Sanusi sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend).

Dikatakan Irfan, selain melantik dan menggelar koordinasi dengan Kepengurusan GMPK, Bibit juga akan bertindak sebagai Pembicara Seminar Bertajuk “Bengkulu Melawan Korupsi” di Gedung Serba Guna Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu.

“Kemudian dilanjutkan dengan menjadi narasumber di ESA TV. Keesokan harinya Pak Bibit diagendakan mengunjungi RSUD M. Yunus Bengkulu. Serta kegiatan lain yang memungkinkan untuk dilaksanakan selama Pak Bibit berada di Bengkulu,” kata Irfan.

Sebelumnya, seperti dilansir Antara, Bibit mendeklarasikan Perhimpunan Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) untuk mendukung langkah KPK. “GMPK adalah wajah baru dari FPMK (Forum Peduli Memerangi Korupsi) yang tidak dapat berkembang dan kami batalkan,” kata Bibit.

Menurut dia, GMPK diawaki oleh orang-orang yang lebih berdedikasi dan memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi. “GMPK memiliki visi dan misi yakni mengawal bangsa menuju Indonesia tanpa korupsi,” kata dia.

Bibit mengatakan, untuk memberantas korupsi tidak cukup dilakukan dengan upaya represif dan hanya dibebankan kepada KPK. Akan tetapi, lanjut dia, juga harus melibatkan segenap komponen bangsa khususnya masyarakat anti korupsi.

Menurut dia, perbuatan korupsi merupakan fenomena gunung es, dimana es yang tidak nampak di bawah air laut sangat lebih besar ketimbang yang ada di permukaan. “Es di bawah laut inilah yang harus ditanggulangi dengan langkah pencegahan dan penangkalan sehingga tidak muncul ke permukaan lagi sebagai tindak pidana korupsi,” katanya.

GMPK adalah organisasi sebagai wadah gerakan moral masyarakat dalam memerangi korupsi. Gerakan ini dilahirkan untuk menyikapi kondisi bangsa saat ini yang dirundung nestapa akibat mengguritanya korupsi. [***]



10 Comments

POST YOUR COMMENTS

4 × 2 =