Ads

Berdiri Tanpa Andalalin, Plt Dishubkominfo: Saimen Harus Dibongkar

Mardikasuma

Mardikasuma

NusantaraTerkini.Com – Selain melanggar Garis Sepadan Bangunan (GSB), bangunan baru Saimen Bakery & Resto di Jalan S. Parman Kota Bengkulu juga berdiri tanpa mengantongi rekomendasi Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) yang dikeluarkan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bengkulu.

Karenanya bangunan liar Saimen tersebut harus dibongkar. “Menurut kajian Andalalin harus dibongkar, bangunan Saimen menganggu dampak lalu lintas,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishubkominfo Kota Bengkulu Mardikasuma.

[Baca juga: DPRD Interpelasi Pemkot, Hamsi: Kita Sudah Lobi-Lobi Fraksi]

Dijelaskannya, berdasarkan Permen Kemenhum Nomor 23 Tahun 2009 dan Undang-Undang Lalu lintas Nomor 22 Tahun 2009, setiap yang membangunan di dalam jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten/kota harus ada kajian dari Andalalin. Terkait dengan lokasi tempat parkir dan jarak kegiatan lalu lintas.

“Contoh kegiatan lalu lintas, traffic light, parkir, berapa jumlah pengunjung atau konsumen. Harus kita hitung dengan jumlah kendaraan sesuai dengan luas lokasi yang disediakan untuk parkir,” terang Mardi.

Andalalin harus ada rekomendasi dari Dishubkominfo, sementara Saimen tidak punya. “Ada kajian melanggar atau tidak, artinya kalau tidak ada rekomendasi, tidak diizinkan bangunan itu. Dengan adanya Perwal lebih tegas lagi, setiap bangunan yang belum ada rekomendasi Andalalin, maka bangunan tersebut tidak boleh didirikan,” ujar Mardi. [NU9u3]

Ikuti perkembangan berita ini dalam Topik Pilihan # Siapa Berani Bongkar Saimen?



POST YOUR COMMENTS

eighteen − eight =