Ads

Aneh, Sekda Belum Dapat Laporan Rumah Warga Retak ‘Lantak’ PT Cemindo

Sekda Kota Bengkulu Marjon (Kiri), Lurah Sumber Jaya Elli Misliani (Kanan), Sudut rumah warga yang retak (Tengah bawah) dan logo semen merah putih (Tengah Atas)

Sekda Kota Bengkulu Marjon (Kiri), Lurah Sumber Jaya Elli Misliani (Kanan), Sudut rumah warga yang retak dan Logo semen merah putih (Tengah)

NusantaraTerkini.Com – Aneh, meski sudah satu bulan lebih rumah warga di RT 26 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu mengalami keretakan akibat getaran alat berat PT (Perseroan Terbatas) Cemindo Gemilang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu Marjon mengaku belum mendapatkan laporan mengenai hal itu. “Saya belum dapat laporan rumah mana yang retak,” kata Marjon menjawan pertanyaan awak media massa.

Meski demikian, terkait rumah warga yang retak akan disampaikannya kepada pihak perusahaan. Namun Marjon justru mempertanyakan letak rumah warga tersebut, apakah memang berada di zona pemukiman atau zona industri?

“Sekarang mana yang benar, itu di lahan perumahan atau di lahan industri, saya cuma melihat itu saja, karena saya belum mendapatkan laporan,” ungkap Marjon.

Mencoba menyalahkan warga Marjon lalu mengatakan ini “Kalau sudah ditetapkan zona industri tidak mungkin kita ubah menjadi zona pemukiman. Jika itu zona industri berarti rumahnya,” ujar Marjon.

[Baca juga: Sekda Marjon Legalkan Semen Merah Putih Dirikan Bangunan Tanpa IMB]

Sebelumnya, proses pembangunan pabrik semen merah putih satu bulan terakhir dikeluhkan warga. Pasalnya, aktivitas alat berat pembangunan pabrik yang belum lengkap perizinannya itu mengakibatkan puluhan rumah warga retak-retak. Hingga saat ini belum ada upaya perbaikan yang dilakukan pihak Semen Merah Putih.

“Sejak pembangunan pabrik di sebelah rumah kami ini, rumah kami jadi retak-retak, Kalau di rumah kami ada sekitar 20 puluhan yang retak-retak, katanya mau diperbaiki tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki,” kata Tuti Relawati, warga setempat.

Masih kata Tuti, warga yang merasa dirugikan sebenarnya sudah melaporkan hal ini. Lalu pihak perusahaan juga sudah menjanjikan akan diperbaiki. Tapi sudah satu bulan tak juga kunjung diperbaiki.

Terkait aktivitas alat berat yang sudah membuat retak rumahnya, Tuti juga mengeluhkan getaran alat berat tersebut. Karena getaran yang sangat kuat itu membuat anaknya yang masih sekolah menjadi ketakutan. “Kalau ambruk gimana ma,” kata Tuti menirukan suara anaknya.

Sementara itu, mengenai keretakan pada rumah yang berada bersebelahan dengan lokasi pembangunan Pabrik Semen Merah Putih oleh PT Cemindo Gemilang, dibenarkan Lurah Sumber Jaya Elli Misliani. Tapi dia tidak tahu pasti apa penyebab keretakan tersebut, Apa karena alat berat atau gempa?

Jumlah rumah warga yang retak, kata dia sekitar lima rumah saja. Jumlah ini berdasarkan pendataan yang dilakukan pihak kelurahan dan data tersebut sudah disampaikan kepada PT Cemindo Gemilang.

“Untuk rumah warga yang retak, kami sudah mendata dan turun kelapangan. Tapi kita tidak tahu betul, penyebab retak ini apa karena alat berat atau mungkin gempa, kita belum tahu pasti, kan di sini rawan gempa,” kata Elli yang menggunakan baju berlogo semen merah putih saat jam dinas, Jumat, 2 September 2016 lalu.

Lebih lanjut, ketika keluhan warga disampaikan, pihak perusahaan menurut pengakuan Elli, bertindak kooperatif dan merespon dengan baik. Pihak perusahaan yang ada di Bengkulu pun sudah menyampaikannya ke pimpinan pusat. [NU9u3]

Ikuti perkembangan berita ini dalam Topik Pilihan:

# Semen Merah Putih Abaikan Regulasi



8 Comments

  1. cumpleano babosa sexo

    any suhagraat sex
    This record may be copied for free distribution, provided the author credit is retained.

POST YOUR COMMENTS

3 × four =